Selamat Datang di Taman Sunyi
“..hanya sunyi, yang sanggup mengajarkan kita, untuk tak mendua...” ― Emha Ainun Nadjib
Selasa, Desember 26, 2017
Kopi
Jika kopimu terasa hambar di lidah,
Ludahkan saja!
Agar tak lagi ada ampas getir yang
merayapi sepi benakmu.
Jika terasa begitu pahit di tenggorokan,
Muntahkan saja!
Agar tak lagi ada serbuk perih yang
menjalari biru kalbumu.
Kopi bukanlah obat
atas sakit yg kau derita,
Kopi juga bukan air radiator
bagi panas mesin otakmu.
Kopi hanyalah sahabat!
Yg semakin ingin kau ambil manfaat,
malah semakin kau tak dapat.
>>daN
Selasa, Mei 31, 2016
Dalam Gendongan Seorang Penyair
Dalam gendongan seorang penyair,
engkau tenang
meringkuk dalam lelap
Bening wajah yang bersemu merah,
menjelma bulir cahaya yang
siap kau jajakan kelak
Dalam gendongan seorang penyair,
rapal do'a
meruap dari kerumunan
Air muka dari bermacam rupa,
menuliskan sendiri harapnya
atas hidupmu
Hadirmu telah dinanti lama memang,
Bebareng penantian para petani kampung pada hujan
di musim tanam
Melaksa bulir-bulir air yang jatuh dari celah-celah langit,
engkau tawarkan kegembiraan pada
wajah-wajah yang riang
Engkau adalah rintik hujan yang
turun di pagi hari,
Yang bulir airnya bening
bercahaya dicium matahari
Dan kemudian kau jajakan
dari rumah ke rumah,
Tak habis-habisnya kau bagi.
>>selamat datang di dunia, anakku: Andamar Ahmad Qotrul Ghoits.
Langganan:
Postingan (Atom)